ketika sebelah hatimu memanggil rinai...
biarkan zatnya menemui patrian...
dan saat luka menertawakan sendu..
biarkan larasnya menyatu dalam kelabunya,,,
sampai nadanya habis dalam geloranya...
karena satu itu bukan dua..
dan dua itu akan selamanya tetap dua...
meski habis laramu menafsirkannya...
:) tersenyumlah...