Minggu, 21 September 2014

elegi sebuah kesalahan..

Kata orang bijak, salah itu bisa ada karena kita bertindak.
semakin banyak kamu bertindak maka semakin banyak kamu salah...

bertindak karena mencari kesalahan terbanyak ataukah mencari kebenaran terbanyak itu sama saja.
keberanaran itu bisa ada karena ada sebuah kesalahan sebagai pembanding..
kamu tidak akan pernah tau kalau itu adalah kebenaran, manakala kamu tidak pernah melakukan kesalahan...

seperti sebuah rasa manis, yang kita defenisikan itu manis. ketika ada sebuah rasa pahit sebagai titik acuan.

dalam deret aritmatika defenisi irrasional itu ada karena ada sebuah rasionalisme...

mungkin sepintas itu konyol, tapi kamu akan mengerti jika kamu bisa lebih arif melihat kesalahan itu..

down..???
karena kesalahan...
itu bukan sebuah KESALAHAN...
tapi pada kadar waktu tertentu. melebur tapi tak harus lenyap..

sesuatu yang ada pada kadarnya itu bukan kesalahan termasuk down itu sendiri.

agar setelah itu, ada harmonisasi dalam dimensinya.
mencari pembanding atas rasa down..
yaitu Fighting...

Senin, 14 Juli 2014

Menyerah adalah cara kamu memulai kekalahan itu sendiri

Terkadang tidak semua hal bisa terjadi sesuai dengan apa yang kita harapkan, dan ada kalanya kita akan merasakan kekecewaan atas takdir itu. Namun jangan pernah anda menyerah, karena saat anda mulai menyerah maka saat itupula anda membiarkan kekalahan itu mulai menggegrogotimu. Tidak ada kekuatan terhebat yang mampu mengalahkan dari sebuah rasa ihlas, tawakkal dan terus bermunajat kepada Tuhan. dan yang terhebat lagi, mau terus memulai untuk berusaha.

Tidak ada yang salah dengan takdir Tuhan, Semua yang terjadi itulah ketetapan dari Tuhan yang terbaik, karena Tuhan itu maha adil di atas segala-galanya bentuk keadilan. Jika anda merasa cukup terpuruk dengan takdir yang ditetapkan Tuhan mungkin di dalam hati anda juga belum cukup ihlas.

Tuhan menciptakan segala sesuatunya menjadi pasti dengan sebuah alasan, maka tugas anda sebagai manusia biasa berprasangka baik terhadap Tuhan. dan jika anda merasa takdir itu salah, mungkin bisa jadi di dalam diri anda ada yang salah pula, sehingga Tuhan menciptakan takdir itu sebagai sebuah wadah untuk memperbaiki letak salah itu. Namun, mata hati akan selalu melihat mana yang terbaik mana yang kurang baik, ia akan selalu menuntun anda, jika saja anda merasa di dalam diri manusia itu tidak terdapat kesalahan. Adakalanya takdir itu diciptakan untuk mengukur kadar kemampuan anda dalam menerjemahkan segala sesuatu itu mejadi sebuah hal baik, dalam artian Tuhan sedang mengeliminasi hati mana yang terbaik untuk mencapai tingkatan terbaik. maka jangan pernah menyerah....!!!


Rabu, 16 April 2014

Janji Tuhan yang tidak pernah Ingkar...

Lalu seperti apa kiranya jika kata tak lagi menjadi berarti,,,
karena ucapan bukanlah jalan terbaik..
sebaliknya hati berkecamuk ria dengan syahdunya... karena iya adalah jalan terbaik, dari hanya sebentuk ucapan yang bagi mereka adalah sebuah kesilapan..
Aku menengadah ria di bawah terik langit yang tak bertiang, lalu menoleh ke kiri dan ke kanan.. ku temui semua kosong yang pilu..
menrontaipun tak cukup, berdiam pun adalah jawaban terbaiknya..
tapi aku bersyukur pada mu kasih.. engkau masih di sini di kalbu ku menemaniku,, cahayamu akan mengantarkanku pada ketenangan, sekalipun celotehku tak engkau jawab dengan lantang oleh nadamu...
God_


Lalu seperti apa kiranya..???
seperti serombongan petang pulang dengan masanya, sampai berlalu dan berlabu hingga malampun menggantikannya..
Tuhan aku akan pulang, dan janjimu pasti tak pernah ingkar. aku percaya..
pelita itu pasti datang..
lentera itupun pasti hadir..
hingga kautemui lorong lorong bisu dalam gemerlapnya...
yah begitula rankaian kata meronta - ronta seperti kesurupan ria di pagii ini..
yahh janjimu tidak akan pernah engkau ingkari...

Kamis, 05 Desember 2013

selamanya dua tetaplah dua_

  ketika sebelah hatimu memanggil rinai...
biarkan zatnya menemui patrian...
dan saat luka menertawakan sendu..
biarkan larasnya menyatu dalam kelabunya,,,
sampai nadanya habis dalam geloranya...

karena satu itu  bukan dua..
dan dua itu akan selamanya tetap dua...
meski habis laramu menafsirkannya...

:) tersenyumlah...

Rabu, 04 September 2013

Makna dibalik Sebuah Filosofi



Ada tanya dalam setiap sendu kehidupan.. dan ada desah dalam setiap hembusan nafas... Mungkin itulah patrian kata yang terlukiskan dalam benak. Untuk mu aku melangkah dan untuk mu pula aku akan bermuarah , dan kesebut dirimu dengan kata mama.
Seonggok harapan dan pencapaian yang teringian diingatan, tak luput hiasi mata hati yang kian menderai indah di bilik bilik ingatan. Yah,, aku pengen berhasil, aku pengen sukses, dan aku pengen bahagiain kamu "mama".

Sebaris doa yang tercurah disetiap sujudmu, selalu bersenandung menghiasi setiap langkahku. ya, inilah jawababnnya mama. sejak dimulai empat tahun silam dan kusebut itu dunia kampus ala S'1, saat itulah terpatri di benak bahwa aku akan mengukir  sebuah kebahagian lagi untuk mu mama. dan tepat 3,8 tahun yah akhirnya aku mampu mencapai target target itu, selesai tepat pada waktunya dengan hasil memuaskan. mungkin itu tidak cukup disebut sebagai pencapaian besar. tapi paling tidak ada satu pencapaian dari seribu harapan yang pernah membanjiri peliknya otak.

Dan kini satu pencapaian telah usai, bagiku belum berhenti sampai disitu. Aku ingin melangkah lebih maju lagi, dan harapan itu kembali terwujud. Namaku kembali tercatat sebagai mahasiswa termuda pascasarjana di angkatan termuda saat itu pada sebuah Universitas ternama dinegeriku. Dengan penuh haru iya kembali menuturkan syukur atas jalan itu, hmmm mama.

Kembali menilik kebelakang, baid baid madah setiap jalan kehidupan tidaklah menjadi penting. Karena sejatinya yang terpenting adalah makna dibalik madah itu. Saat ini aku berada di tempat ini karena sebuah filosofi bahwa "belajarlah maka kamu tidak akan menjadi masa lalu". Dan akupun tidak akan mampu sampai di tempat ini jika bukan sebuah filosofi besar yang menggerogoti pikiran ini bahwa "teruslah berjalan karena waktu tidak akan berhenti pada sebuah titik, menunggu mu kembali benar benar siap. sebaliknya iya akan terus berjalan dan pada akhirnya iya akan mengikis pelan pelan rubrik ketenangan kamu".
Mungkin sekilas terdengar miris, tapi itulah makna dari sebuah filosofi yang mengantarkan setiap pencapaian kecil, dan mungkin besar bagi orang orang besar untuk kamu, yaitu mama.